Sifat dan Mekanisme Kerja Ramuan Tradisional dalam Mengatasi Kegemukan

5 Likes Comment

Sifat dan Mekanisme Kerja Ramuan Tradisional dalam Mengatasi Kegemukan – Kegemukan atau obesitas selalu ingin dihindari, atau jika sudah telanjur terjadi, diupayakan untuk dikurangi. Penimbunan lemak yang berlebihan pada berbagai bagian tubuh, misal di pinggang, perut, kencing manis, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner merupakan dampak dari kegemukan.

Ada beberapa faktor penyebab obesitas, antara lain faktor kejiwaan, sosial budaya (kebiasaan makan enak), keturunan, gangguan metabolisme dan gangguan hormon. Salah satu faktor atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut bisa mengakibatkan kelebihan kalori yang menetap sehingga terjadi penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Cara Mengatasi Kegemukan

Berbagai cara yang dilakukan untuk mengurangi kelebihan berat badan pada intinya mengupayakan agar jumlah kalori yang masuk tidak melebihi kebutuhan tubuh. Cara yang paling umum untuk mengurangi kalori adalah dengan meningkatkan olahraga atau dengan mengurangi asupan kalori dari makanan. Kedua, cara ini termasuk yang paling aman, walaupun pelaksanaannya tidaklah mudah karena memerlukan kemauan dan disiplin diri yang kuat. Diperlukan perubahan perilaku, yaitu berlatih dengan teratur meskipun waktu sempit atau sedang diserang rasa malas, serta menahan diri untuk tidak makan apa saja yang dianggap enak. Namun jika kegemukan disebabkan oleh gangguan kesehatan, seperti gangguan metabolisme atau gangguan hormonal, maka mungkin diperlukan obat-obatan untuk menyembuhkannya. Untuk mengatasi masalah ini mungkin seseorang perlu obat yang dapat mengerem penyerapan sari makanan ke dalam tubuh. Berkurangnya sari makanan yang terserap dengan sendirinya akan mengurangi kemungkinan kegemukan. Dalam hal ini Ramuan Tradisional dalam Mengatasi Kegemukan bisa menjadi salah satu pilihan. Berdasarkan mekanisme kerjanya dikenai empat jenis ramuan tradisional yang digunakan untuk mengatasi kegemukan atau obesitas:

  • Ramuan tradisional mengatasi kegemukan yang bersifat mencahar.

Karena mengandung bahan yang bersifat mencahar, terjadilah pengurangan kesempatan penyerapan sari makanan, termasuk zat lemak.

  • Ramuan tradisional anti obesitas yang mengandung zat samak.

Dalam hal ini lapisan mukosa (selaput lendir) saluran pencernaan yang menggumpal karena zat samak akan menghambat penyerapan sari makanan, termasuk zat lemak.

  • Ramuan tradisional yang bersifat peluruh seni

Mengandung bahan yang bersifat diuretik, yaitu memperbanyak pengeluaran air seni.

  • Ramuan tradisional yang bersifat melicinkan

Menggunakan bahan yang berlendir untuk memperlancar pengeluaran makanan

Keempat bahan ramuan obat alam yang disebutkan tadi ternyata tidak lepas dari kelebihan dan kekurangannya.

Herbal alami yang mengandung bahan pencahar (laksansia) menyebabkan makanan yang dikonsumsi memiliki waktu yang sangat singkat di dalam saluran pencernaan. Begitu makanan memasuki saluran pencernaan, usus akan bereaksi dengan melakukan gerakan peristaltik (meremas dan mendorong) sebagai pengaruh obat pencahar. Makanan pun akan segera bergerak maju, dan keluar dari tubuh (buang air besar). Akibatnya, saluran pencernaan tidak diberi cukup kesempatan untuk menyerap sari makanan yang terkandung dalam makanan tersebut, termasuk zat lemaknya. Penimbunan lemak berkurang, berarti proses kegemukan dapat dihambat.

Namun perlu diingat bahwa agar efektif, ramuan obat pelangsing alami yang bersifat mencahar tersebut perlu diminum setiap hari. Berarti pula bahwa selama jangka waktu tertentu, setiap hari pemakai ramuan akan buang air besar di luar takaran normal. Ini dapat merugikan kesehatan pemakai, karena penyerapan sari makanan oleh saluran pencernaan jadi terganggu. Dan yang tak kalah penting, sintesa vitamin-vitamin oleh bakteri dalam usus besar (vitamin B kompleks dan vitamin K) ikut terganggu. Selain itu mineral-mineral (kalium dan natrium) yang penting bagi tubuh tidak diabsorbsi lagi dalam usus besar, yang dapat mengakibatkan kelemahan otot. Lagipula, penggunaan bahan pencahar yang terlalu sering membuat tubuh sulit buang air besar secara normal.

Bahan yang bersifat pencahar yang banyak dipakai dalam ramuan pelangsing tradisional, misalnya akar kalembak (Rhei radix), daun atau biji sena (Sennae folium atau Sennae semen), rimpang temulawak (Curcumae rhizoma) atau rimpang kunyit (Curcumae longae rhizoma) juga bersifat laksatif, tetapi kerjanya lemah.

Ramuan obat pelangsing tradisional yang mengandung zat samak juga mengurangi penyerapan sari makanan, meskipun cara kerjanya lain. Jika dikonsumsi, zat samak akan mengerutkan selaput lendir saluran pencernaan. Terjadilah penggumpalan terbatas pada selaput lendir sehingga penyerapan sari makanan, termasuk zat lemak dihambat. Kejelekannya adalah jika sering digunakan maka akan terjadi kemungkinan gangguan pada lambung.

Bahan-bahan pelangsing alami yang mengandung zat samak, antara lain akar kalembak (Rhei radix), majakan (jaringan patologik kulit batang Quercus lusitania Lamk), kayu rapat (kulit batang Parameria laviegata Maldenke), dan kulit buah delima (Punica granatum L.). Perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis zat samak yang terdapat dalam tumbuhan merupakan senyawa glikosida. Jika tercampur air zat-zat ini akan terurai lebih lanjut. Singkatnya, zat-zat ini dapat larut dalam air sehingga kerjanya jadi hebat sekali dan dapat menimbulkan iritasi pada lambung, serta menyebabkan rasa mual sampai rnuntah-muntah. Karena itu, penggunaan bahan ini dalam ramuan sebaiknya juga dihindari.

Ramuan tradisional untuk mengatasi obesitas yang mengandung bahan-bahan yang berlendir mengurangi penyerapan sari makanan dengan membentuk lapisan yang melindungi selaput lendir saluran pencernaan. Di dalam saluran pencernaan diperlancar sehingga keberadaan makanan dalam saluran pencernaan dipersingkat. Alhasil, penyerapan sari makanan berkurang. Penimbunan lemak pun terhambat sehingga kegemukan dapat dihindari pula.

Salah satu bahan obat ramuan tradisional berlendir yang sudah sering digunakan dalam ramuan pelangsing adalah daun jatiblanda (Guazuma ulmifolia Lamk), yang banyak tumbuh di indonesia.

Ramuan lain yang sering digunakan untuk mengatasi kegemukan adalah bahan yang berkhasiat sebagai peluruh air seni. Bagaimana mekanisme kerjanya untuk mengurangi lemak tubuh belumlah jelas. Yang pasti, bahan bersifat diuretik akan memaksa ginjal untuk mengeluarkan air seni lebih banyak dari biasanya.

Timbul kekhawatiran bahwa penggunaan dalam jangka waktu lama akan mengganggu fungsi ginjal. Karena potensinya yang sangat merugikan kesehatan itulah, maka penggunaan ramuan semacam ini perlu dipikirkan dengan seksama.

Demikianlah tadi sedikit ulasan mengenai Ramuan Tradisional dalam Mengatasi Kegemukan. Semoga dapat menjadi referensi bermanfaat bagi anda.

You might like

About the Author: Yanti